Tampilkan postingan dengan label semester 5 (Bahasa Indonesia 2#). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label semester 5 (Bahasa Indonesia 2#). Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Februari 2014

Draft

DRAFT
“Kenakalan Remaja”




     Kenakalan remaja adalah sebuah perilaku menyimpang atau tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma sosial yang berlaku di masyarakat. Kenakalan remaja terjadi bukan hanya karena seseorang gagal menyesuaikan diri dengan standar nilai dan norma tertentu. Kenakalan remaja terjadi karena orang tersebut memilih standar nilai dan norma bagi dirinya sendiri yang berbeda dengan standar orang lain. Beberapa faktor lainnya seperti proses sosialisasi yang tidak sempurna, proses labelling (pemberian julukan, cap terhadap seseorang) serta kurangnya perhatian dari orang-orang di lingkungan sekitarnya. Berdasarkan uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa banyak faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kenakalan remaja.

Minggu, 02 Februari 2014

Draft Karangan Ilmiah

Judul : Kenakalan Remaja 

Bab I Pendahuluan
1.1  Latar Belakang
1.2   Rumusan Masalah
1.3  Tujuan Penelitian
1.4 Metode Penelitian
1.5 Sistematika Penulisan

Bab II Pembahasan
                    2.1  Pengetian Kenakalan Remaja
                    2.1  Penyebab Kenakalan Remaja
                    2.1  Solusi Mengatasi Kenakalan Remaja
                       

Bab III Metode Penelitian
            3.1 Metode Penelitian
            3.2 Teknik Pengumpulan Data
            3.3 Teknik Analisis Data

Bab IV Hasil dan Pembahasan
            4.1 Hasil
            4.2 Pembahasan

Bab V
            5.1 Kesimpulan
            5.2 Saran


Daftar Pustaka
Lampiran
BAB I
PENDAHULUAN


1.1    Latar Belakang
Masa remaja merupakan masa yang penuh dengan gejolak. Pada saat ini perubahan sosial yang begitu cepat (terutama di kota-kota besar), serta sarana serta prasarana komunikasi dan perhubungan sudah sedemikian maju, ditambah lagi adanya kesimpangsiuran norma (keadaan anmie). Kondisi intern dan ekstern remaja yang demikian merupakan kondisi yang sangat rawan dalam perkembangan kejiwaan individu, sehingga sangat rawan juga terhadap timbulnya perilaku menyimpang pada remaja, khususnya dalam bentuk kenakalan remaja.
Dalam perspektif perilaku menyimpang, masalah sosial terjadi karena terdapat penyimpangan perilaku dari berbagai aturan-aturan sosial ataupun dari nilai dan norma social yang berlaku. Perilaku menyimpang dapat dianggap sebagai sumber masalah karena dapat membahayakan tegaknya sistem sosial. Penggunaan konsep perilaku menyimpang secara tersirat mengandung makna bahwa ada jalur baku yang harus ditempuh. Perilaku yang tidak melalui  jalur tersebut berarti telah menyimpang.
Untuk mengetahui latar belakang perilaku menyimpang perlu membedakan adanya perilaku menyimpang yang tidak disengaja dan yang disengaja, diantaranya karena si pelaku kurang memahami aturan-aturan yang ada. Sedangkan perilaku yang menyimpang yang disengaja, bukan karena si pelaku tidak mengetahui aturan. Hal yang relevan untuk memahami bentuk perilaku tersebut, adalah mengapa seseorangmelakukan penyimpangan, sedangkan ia tahu apa yang dilakukan melanggar aturan.
Becker (dalam Soerjono Soekanto,1988,26), mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk mengasumsikan hanya mereka yang menyimpang mempunyai dorongan untuk berbuat demikian. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya setiap manusia pasti mengalami dorongan untuk melanggar pada situasi tertentu, tetapi mengapa pada kebanyakan orang tidak menjadi kenyataan yang berwujud penyimpangan, sebab orang dianggap normal biasanya dapat menahan diri dari dorongan-dorongan untuk menyimpang.
Masalah sosial perilaku menyimpang tentang Kenakalan Remaja bisa melalui pendekatan individual dan pendekatan sistem. Dalam pendekatan individual melalui pandangan sosialisasi. Berdasarkan pandangan sosialisasi, perilaku akan diidentifikasi sebagai masalah sosial apabila ia tidak berhasil dalam melewati belajar sosial (sosialisasi). Tentang perilaku disorder di kalangan anak dan remaja (Kauffman , 1989 : 6) mengemukakan bahwa perilaku menyimpang juga dapat dilihat sebagai perwujudan dari konteks sosial. Perilaku disorder tidak dapat dilihat secara sederhana sebagai tindakan yang tidak layak, melainkan lebih dari itu harus dilihat sebagai hasil interaksi dari transaksi yang tidak benar antara seseorang dengan lingkungan sosialnya.

1.2       Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
1.      Apa pengertian dari Kenakalan Remaja?
2.      Apa sajakah ciri-ciri pokok kenakalan remaja?
3.      Apa sajakah karakteristik atau bentuk-bentuk kenakalan remaja?
4.      Apa sajakah faktor – faktor penyebab kenakalan remaja?
5.      Siapa sajakah pihak yang terkait dengan penanganan kenakalan remaja?
6.      Bagaimana upaya penanggulangan masalah kenakalan remaja?

1.3      Tujuan
Tujuan dibuatnya makalah ini adalah:
1.      Mengetahui pengertian dari Kenakalan Remaja
2.      Mengetahui ciri-ciri pokok kenakalan remaja
3.      Mengetahui karakteristik atau bentuk-bentuk kenakalan remaja
4.      Mengetahui faktor – faktor penyebab kenakalan remaja
5.      Mengetahui pihak – pihak yang terkait dengan penanganan kenakalan remaja
6.      Mengetahui upaya penanggulangan masalah kenakalan remaja

1.4 Metode Penelitian
Metode yang digunakan mengacu pada situs yang relevan terhadap topik yang sedang dibahas


1.5 Sistematika Penulisan
Tulisan ilmiah ini terdiri dari tiga bab. Bab I merupakan pendahuluan yang berisi latar belakang, perumusan masalah, tujuan penulisan, metode penelitian, dan sistematika penulisan. Pada bab II berisi pembahasan penelitian. Pada bab III atau bab penutup berisi kesimpulan dan saran dari masalah tersebut





Sabtu, 18 Januari 2014

Kutipan dan Daftar Pustaka

Kutipan dan Daftar Pustaka




Abstrak

     Karya Tulis ini dilatar belakangi adanya masalah kenakalan remaja yang akhir-akhir ini semakin marak terjadi. Karya ini diharapkan dapat membantu untuk lebih memahami masalah-masalah terjadinya kenakalan remaja. Masalah umum dalam karya ini adalah bagaimana cara mengatasi kenakalan para remaja yang sekarang ini mulai meresahkan masyarakat. dengan adanya karya tulis ini diharapkan dapat membantu untuk mengatasi masalah kenakanlan remaja yang terjadi.



Daftar Pustaka

Belajar Psikologi. (2011, 10 april). Kenakalan Remaja. Diperoleh 18 januari 2014 dari, http://belajarpsikologi.com/kenakalan-remaja

Mathematics spot. (2012, 17 oktober). Perilaku Kenakalan Remaja dan Cara Penanggulangannya. Diperoleh 18 januari 2014 dari, http://10310255.blogspot.com/2012/10/makalah-perilaku-kenakalan-remaja-dan.html


Perilaku Kenakalan Remaja dan Cara Penanggulangannya


BAB I 

PENDAHULUAN


1.1    Latar Belakang
Masa remaja merupakan masa yang penuh dengan gejolak. Pada saat ini perubahan sosial yang begitu cepat (terutama di kota-kota besar), serta sarana serta prasarana komunikasi dan perhubungan sudah sedemikian maju, ditambah lagi adanya kesimpangsiuran norma (keadaan anmie). Kondisi intern dan ekstern remaja yang demikian merupakan kondisi yang sangat rawan dalam perkembangan kejiwaan individu, sehingga sangat rawan juga terhadap timbulnya perilaku menyimpang pada remaja, khususnya dalam bentuk kenakalan remaja.
Dalam perspektif perilaku menyimpang, masalah sosial terjadi karena terdapat penyimpangan perilaku dari berbagai aturan-aturan sosial ataupun dari nilai dan norma social yang berlaku. Perilaku menyimpang dapat dianggap sebagai sumber masalah karena dapat membahayakan tegaknya sistem sosial. Penggunaan konsep perilaku menyimpang secara tersirat mengandung makna bahwa ada jalur baku yang harus ditempuh. Perilaku yang tidak melalui  jalur tersebut berarti telah menyimpang.
Untuk mengetahui latar belakang perilaku menyimpang perlu membedakan adanya perilaku menyimpang yang tidak disengaja dan yang disengaja, diantaranya karena si pelaku kurang memahami aturan-aturan yang ada. Sedangkan perilaku yang menyimpang yang disengaja, bukan karena si pelaku tidak mengetahui aturan. Hal yang relevan untuk memahami bentuk perilaku tersebut, adalah mengapa seseorangmelakukan penyimpangan, sedangkan ia tahu apa yang dilakukan melanggar aturan.
Becker (dalam Soerjono Soekanto,1988,26), mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk mengasumsikan hanya mereka yang menyimpang mempunyai dorongan untuk berbuat demikian. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya setiap manusia pasti mengalami dorongan untuk melanggar pada situasi tertentu, tetapi mengapa pada kebanyakan orang tidak menjadi kenyataan yang berwujud penyimpangan, sebab orang dianggap normal biasanya dapat menahan diri dari dorongan-dorongan untuk menyimpang.
Masalah sosial perilaku menyimpang tentang Kenakalan Remaja bisa melalui pendekatan individual dan pendekatan sistem. Dalam pendekatan individual melalui pandangan sosialisasi. Berdasarkan pandangan sosialisasi, perilaku akan diidentifikasi sebagai masalah sosial apabila ia tidak berhasil dalam melewati belajar sosial (sosialisasi). Tentang perilaku disorder di kalangan anak dan remaja (Kauffman , 1989 : 6) mengemukakan bahwa perilaku menyimpang juga dapat dilihat sebagai perwujudan dari konteks sosial. Perilaku disorder tidak dapat dilihat secara sederhana sebagai tindakan yang tidak layak, melainkan lebih dari itu harus dilihat sebagai hasil interaksi dari transaksi yang tidak benar antara seseorang dengan lingkungan sosialnya.

1.2       Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
1.      Apa pengertian dari Kenakalan Remaja?
2.      Apa sajakah ciri-ciri pokok kenakalan remaja?
3.      Apa sajakah karakteristik atau bentuk-bentuk kenakalan remaja?
4.      Apa sajakah faktor – faktor penyebab kenakalan remaja?
5.      Siapa sajakah pihak yang terkait dengan penanganan kenakalan remaja?
6.      Bagaimana upaya penanggulangan masalah kenakalan remaja?

1.3      Tujuan
Tujuan dibuatnya makalah ini adalah:
1.      Mengetahui pengertian dari Kenakalan Remaja
2.      Mengetahui ciri-ciri pokok kenakalan remaja
3.      Mengetahui karakteristik atau bentuk-bentuk kenakalan remaja
4.      Mengetahui faktor – faktor penyebab kenakalan remaja
5.      Mengetahui pihak – pihak yang terkait dengan penanganan kenakalan remaja
6.      Mengetahui upaya penanggulangan masalah kenakalan remaja

1.4 Metode Penelitian
Metode yang digunakan mengacu pada situs yang relevan terhadap topik yang sedang dibahas


1.5 Sistematika Penulisan

Tulisan ilmiah ini terdiri dari tiga bab. Bab I merupakan pendahuluan yang berisi latar belakang, perumusan masalah, tujuan penulisan, metode penelitian, dan sistematika penulisan. Pada bab II berisi pembahasan penelitian. Pada bab III atau bab penutup berisi kesimpulan dan saran dari masalah tersebut






Kamis, 14 November 2013

Tugas 8 BAHASA INDONESIA (Kerangka Karangan Ilmiah)

KERANGKA KARANGAN ILMIAH




Halaman Judul 
Terdapat dibagian paling awal atau depan (cover) yang berisi judul tulisan karya ilmiah, identitas penyusun serta instansi terkait dalam penyusunan karya ilmiah.

Kata Pengantar
Imformasi tentang bimbingan atau pengarahan dan bantuan yang diperoleh dalam pembuatan karya ilmiah. Ucapan terima kasih kepada seseorang, sekelompok orang, atau organisasi/lembaga yang membantu.

Daftar Isi
Bagian pelengkap pendahuluan yang memuat garis besar isi karangan ilmiah secara lengkap dan menyeluruh. Daftar isi disusun secara konsisten baik penomoran, penulisan, maupun tata letak judul bab dan judul sub-sub bab.

BAB I Pendahuluan
1.1  Latar Belakang
Berisi mengenai alasan untuk membahs permasalahan dalam karya ilmiah. 

1.2 Rumusan Masalah
Berisi mengenai masalah-masalah yang ingin dijabarkan dan dijelaskan dalam karangan ilmiah. 

1.3 Tujuan
Berisi mengenai tujuan dari penulisan karangan ilmiah.

1.4 Metode Penelitian
Bersisi mengenai penjelasan metode yang digunakan dalam pembahasan.

1.5 Sistematika Penulisan
Berisi mengenai gambaran singkat penyajian isi pendahuluan, pembahasan utama, dan kesimpulan.
  

BAB II Pembahasan
2.1 Dampak 
Berisi tentang pengertian, ciri-ciri, dan penjelasan mengenai topik yang dibahas.

2.2 Akibat
Berisi tentang akibat dari masalah yang timbul dari topik yang dibahas.

2.3 Penanggulangan
Berisi tentang cara untuk mengatasi permasalahan yang timbul dari topik yang dibahas. 


BAB III Penutup
3.1 Kesimpulan
Berisi jawaban singkat mengenai permasalahan.

3.2 Saran
Berisi konsekuensi logis atas kesimpulan.  


Daftar Pustaka
Suatu daftar yang berisi semua sumber bacaan yang digunakan sebagai bahan acuan dalam penulisan karya ilmiah. 

Rabu, 06 November 2013

TUGAS KE-6 BAHASA INDONESIA ( KALIMAT EFEKTIF "Membuat 2 Paragraf tentang Bororbudur" )

Candi Borobudur

Candi Borobudur merupakan candi Budha yang terletak di desa Borobudur kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Dibangun oleh Raja Samaratungga, salah satu raja kerajaan Mataram Kuno, keturunan Wangsa Syailendra. Nama Borobudur merupakan gabungan dari kata Bara dan Budur. Bara dari bahasa Sansekerta berarti kompleks candi atau biara. Sedangkan Budur berasal dari kata Beduhur yang berarti di atas, dengan demikian Borobudur berarti Biara di atas bukit. Sementara menurut sumber lain berarti sebuah gunung yang berteras-teras (budhara), sementara sumber lainnya mengatakan Borobudur berarti biara yang terletak di tempat tinggi.
Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Enam tingkat paling bawah berbentuk bujur sangkar dan tiga tingkat di atasnya berbentuk lingkaran dan satu tingkat tertinggi yang berupa stupa Budha yang menghadap ke arah barat. Setiap tingkatan melambangkan tahapan kehidupan manusia. Sesuai mahzab Budha Mahayana, setiap orang yang ingin mencapai tingkat sebagai Budha mesti melalui setiap tingkatan kehidupan tersebut. Kamadhatu melambangkan manusia yang masih terikat nafsu. Rupadhatu melambangkan manusia yang telah dapat membebaskan diri dari nafsu namun masih terikat rupa dan bentuk. Arupadhatu melambangkan manusia yang telah terbebas dari nafsu, rupa, dan bentuk. Arupa melambangkan nirwana tempat Budha bersemayam.

Jumat, 25 Oktober 2013

Tugas 5 BAHASA INDONESIA ( Kalimat Efektif " Membuat 2 Paragraf Mengenai Indonesia" )

Indonesia


Kata "Indonesia" berasal dari bahasa Latin yaitu Indus yang berarti "Hindia" dan dalam bahasa Yunani nesos yang berarti "pulau". Indonesia berarti wilayah Hindia kepulauan, atau kepulauan yang berada di Hindia. Arti tersebut menunjukkan bahwa nama ini terbentuk jauh sebelum Indonesia menjadi negara berdaulat. Indonesia adalah negara kepulauan di Asia Tenggara yang memiliki 13.487 pulau besar dan kecil, sekitar 6.000 di antaranya tidak berpenghuni, yang menyebar disekitar khatulistiwa.  Kepulauan Indonesia menjadi wilayah perdagangan penting setidaknya sejak abad ke-7, yaitu ketika Kerajaan Sriwijaya di Palembang menjalin hubungan agama dan perdagangan dengan Tiongkok dan India


Indonesia merupakan negara yang dijajah oleh banyak negara Eropa dan Asia. Sejak zaman dahulu Indonesia merupakan negara yang kaya akan hasil alamnya yang melimpah terutama hasil rempah- rempah. Sehingga membuat negara-negara Eropa tergiur untuk menjajah dan bermaksud menguasai sumber daya alamnya. Ketika orang-orang Eropa datang pada awal abad ke-16, mereka menemukan beberapa kerajaan yang dengan mudah dapat mereka kuasai demi mendominasi perdagangan rempah-rempah. Pada abad ke-17, Belanda muncul sebagai yang terkuat di antara negara-negara Eropa lainnya, mengalahkan Britania Raya dan Portugal (kecuali untuk koloni mereka, Timor Portugis). Negara terakhir yang menjajah Indonesia adalah negara Jepang.

Tugas 4 BAHASA INDONESIA ( EYD "Membuat 1 Paragraf Tentang EYD")

Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)


Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah ejaan bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972. Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) diterapkan secara resmi mulai tanggal 17 Agustus 1972 dengan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia  Nomor : 57/1972 tentang peresmian berlakunya “Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan”. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya, yaitu Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi.




Senin, 14 Oktober 2013

Tugas 3 Bahasa Indonesia (EYD dan Tanda Baca)

Tanda Baca


Tanda baca adalah simbol yang tidak berhubungan dengan fonem (suara) atau kata dan frasa pada suatu bahasa, melainkan berperan untuk menunjukkan struktur dan organisasi suatu tulisan, dan juga intonasi serta jeda yang dapat diamati sewaktu pembacaan. Fungsi tanda baca secara umum adalah untuk menjaga keefektifan komunikasi. Setiap tanda baca mempunyai aturan penggunaan dan fungsinya sendiri yang tidak dapat diganggu gugat. Penggunaan tanda baca yang salah akan menyebabkan pengertian yang berbeda dan mengganggu kelancaran komunikasi. Beberapa jenis tanda baca yang sering digunakan antara lain adalah:

  • Titik (.) berfungsi untuk menandai akhir kalimat berita, atau untuk keperluan singkatan, gelar, dan angka-angka.
  • Koma (,) berfungsi untuk memisahkan anak kalimat atau hal-hal yang disebutkan dalam kalimat, juga untuk keperluan singkatan, gelar, dan angka-angka.
  • Tanda ((..)) kurung berfungsi untuk menjelaskan suatu istilah yang belum banyak diketahui oleh banyak manusia yang baik juga ada yang jahat di dunia ini.
  • Tanda (`) kutip satu berfungsi untuk mengasosiasikan suatu istilah.
  • Tanda ("...") petik berfungsi untuk menandai kalimat langsung atau percakapan dalam naskah drama.
  • Tanda (!) seru berfungsi untuk menegaskan, memberi peringatan bahwa kalimat yang bertanda seru tersebut perlu untuk diperhatikan.
  • Tanda (?) tanya berfungsi untuk melengkapi kalimat tanya.
  • Tanda (...-...) hubung berfungsi untuk menghubungkan penggalan kata, kata ulang, rentang suatu nilai.
  • Titik dua (:) berfungsi untuk mengawali penguraian suatu kalimat.

Rabu, 09 Oktober 2013

Tugas 2 Bahasa Indonesia : (Ragam Bahasa)

Ragam Bahasa



Manusia adalah makhluk sosial yang saling berinteraksi dalam masyarakat menggunakan bahasa, dan dalam masyarakat tersebut terdapat bermacam - macam bahsa yang disebut Ragam Bahasa. Dengan kata lain, ragam bahasa adalah variasi bahasa yang berbeda - beda yang disebabkan karena berbagai faktor yang terdapat dalam masyarakat seperti usia, pendidikan, agama, bidang kegiatan dan profesi, latar belakang budaya daerah dan sebagainya. Ragam bahasa menurut sudut pandang penutur atau logat daerah (logat/dialek) yaitu baku atau tidak baku. Ragam bahasa menurut sikap penutur gaya yang digunakan oleh penutur terhadap orang yang diajak bicara. Ragam bahasa dari sudut pandang bidang atau pokok persoalan ragam menurut sarananya yaitu ; lisan (intonasi yaitu tekanan, nada, tempo suara, dan perhentian), tulisan (dipengaruhi oleh bentuk, pola kalimata, dan tanda baca).